Sebuah film besutan Ali Jaberansari yang dirilis pada tahun 2018 dengan genre romance menceritakan tiga individu yang memiliki jalan unik dalam kisah cinta mereka. Ali Jaberansari mengangkat cuilan-cuilan kecil dari kisah cinta dalam kehidupan warga kota Tehran, ibukota negara Iran yang memiliki bangunan-bangunan modern layaknya ibukota pada umumnya.

Hessam, binaragawan yang secara berturut-turut selama tiga kali memenangkan kompetisi binaraga telah pensiun dan bekerja sebagai pelatih pribadi di sebuah gym. Selain menjadi pelatih pribadi Hessam menjajal nasibnya ketika ia mendapat tawaran untuk menjadi aktor dalam sebuah film. Dalam jenuh rutinitas kehidupannya sebagai pelatih pribadi, Hessam melihat sosok dirinya sewaktu muda pada sosok binaragawan muda yang membuat Hessam mengorbankan banyak hal demi membimbing muridnya tersebut. 

Mina, seorang resepsionis klinik kecantikan yang suka merayu pasien kliniknya menggunakan identitas palsu karangan ia sendiri. Mina dijodohkan oleh orang tuanya dengan laki-laki yang sama sekali tidak menarik perhatiannya. Sebagai wanita paruh baya yang belum memiliki pasangan hidup ditambah lagi rasa risih terhadap ibunya yang tidak kenal lelah menjodohkannya membuat Mina putus asa lalu menaruh harapan pada sebuah konseling kelompok percintaan dengan harapan agar ia bisa mendapat jodoh.

Vahid, laki-laki bermuka getir yang penat dengan kesehariannya sebagai penyanyi di upacara pemakaman tiba-tiba dipaksa saudaranya menjadi penyanyi pernikahan. Vahid yang biasanya bernyanyi mengiringi arwah jenazah dengan raut wajah getirnya bernyanyi di khalayak pengunjung pesta pernikahan yang riuh dan gembira. Namun dibalik keterpaksaannya tersebut, Vahid menemukan alasan yang membuat ia berani mencoba hal yang benar-benar baru dalam dunianya.

Tiga kisah tersebut dirangkai dalam sebuah kesatuan yang saling terkait. Ali sang sutradara menadahi kisah-kisah tersebut dalam cawan berwujud kota Tehran, kota di negara yang terik dikelilingi pegunungan tinggi yang tidak berair. Kisah-kisah warga Tehran yang ditampilkan dalam film ini seperti minuman-minuman dingin yang menyegarkan. (2019)

Ditulis oleh Bonivasios Dwi | Disunting oleh vanis