Kisruh yang terjadi di Indonesia pada Mei 1998 menjadi tonggak sejarah yang harus diketahui semua orang. Meskipun tak semuanya merasakan pengalaman tersebut, berbagai catatan akan tragedi tersebut sudah sepatutnya terekam dalam berbagai bentuk; salah satunya film. Sunny Side of The Street (2019) menceritakan kembali pengalaman yang mengerikan pada waktu itu dengan caranya sendiri. Cerita bermula dari seorang supir truk muda yang sedang mencari istrinya di sebuah toko di mana si istri bekerja. Tak ada yang peduli apa yang tengah ia cari, orang-orang sibuk mengancam dan menjarah barang-barang di toko hingga ludes. 

Dalam keadaan yang sepi, ia sama sekali tak melihat istrinya keluar dari toko. Tak ada petunjuk di mana keberadaan sang istri, si sopir berharap istrinya sudah sampai di kontrakan. Ketika sudah mulai mengemudikan truk nya, seorang berlari meminta pertolongan. Ia seorang perempuan tionghoa yang telah lama bersembunyi di samping toko si istrinya bekerja. Sembari memohon, Ia ingin menumpang sampai rumah untuk bertemu anak dan ibunya. Si sopir menolak karena ingin segera mencari istri yang tidak tahu berada di mana. Saat hampir melanjutkan perjalanan, Ia merasa kasihan kepada perempuan itu dan teringat bagaimana bila sang istri berada di posisi perempuan keturunan tionghoa tersebut. Tiba di suatu tempat penjagaan, si sopir ingin melindungi perempuan. Akan tetapi, kursi pengemudi diambil alih si perempuan dan menjalankan dengan cepat.

Kejadian 1998 membekas bagi warga negara khususnya keturunan Tionghoa. Berbagai kerugian akibat pengambilan barang-barang secara bringas pun terjadi. Tidak hanya itu, kerugian secara mental juga dialami perempuan etnis tionghoa yang terkena pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Meski demikian, tidak semua orang bertindak sewenang-wenang pada teman-teman keturunan tionghoa. Masih ada yang peduli dan melindungi sesamanya. Jiwa toleransi masih tertanam kuat pada pria muda yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut, walau Ia juga sedang terburu-buru mencari istrinya. Bagi angkatan kelahiran 1998 atau selebihnya mungkin tidak merasakan kejadian pada saat itu. Suasana mencekam, kericuhan, dan huru-hara kekisruhan Mei 1998  serta serta bagaimana jiwa toleransi masih ada dalam benak manusia dapat ditemukan dalam film besutan Andrew Kose tersebut. Tergabung dalam program Layar Komunitas, Sunny Side of The Street (2019) ditayang pada perhelatan 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Revival’ pada tanggal 20 November 2019 pukul 19.00 WIB di LPP Yogyakarta. (2019)

 

Ditulis oleh Agatha Duhita | Disunting oleh vanis