Shitpost adalah film pendek kelima dari sutradara Wimar Herdanto—setelah Gundah Gundala (2013), Tak Kunjung Berangkat (2014), When the Sea Feels Lonely (2015), dan Mesin Tanah (2016). Film ini bercerita tentang Zakaria (Wimar Herdanto), seorang anak motor berusia 35 tahun yang mempunyai kekasih yang usianya jauh lebih muda darinya, yaitu Nurul (Oczaphiera Suryaningtyas), remaja SMA yang masih berusia 16 tahun. Karena omongan dari teman-temannya yang menganggap bahwa Nurul berpacaran dengan om-om, Nurul memaksa Zakaria untuk bertemu secara sembunyi-sembunyi dan jauh di luar sekolah ketika Zakaria menjemputnya. Suatu saat, saat mereka sedang jajan bareng, Nurul bercerita bahwa dia pernah tidak suka seseorang hanya karena postingannya yang dia anggap norak. Karena saat itu Nurul bilang ke Zakaria bahwa anak motor itu norak, dan menganjurkan Zakaria untuk menjadi seorang Youtuber, Zakaria pun dilanda kebingungan.

Media sosial dalam film ini digambarkan banyak memberi banyak dampak negatif, seperti menghasut, mengekang, bahkan mengontrol perilaku seseorang. Nurul adalah gambaran seseorang yang resah akibat dampak internet dan media sosial. Nurul menjadi malu lantaran omongan teman-temannya yang mengatakan bahwa dia berpacaran dengan om-om, seperti halnya ketika dia membaca komentar-komentar orang di media sosial. Dia merasa diawasi, maka ketika dia bertemu dengan Zakaria di sekolah, dia akan meminta untuk jalan ke luar sekolah. Melalui media sosial, Nurul dapat membenci orang yang belum pernah dijumpainya, dan juga dapat mengontrol pacarnya agar dapat mempunyai kesibukan yang lebih baik menurutnya.

Internet dalam film ini digambarkan banyak memberi banyak dampak negatif, seperti membatasi perilaku seseorang. Zakaria adalah gambaran seseorang yang merasa dibatasi akibat dampak internet itu. Internet dapat membatasi seseorang terhadap suatu interaksi yang seharusnya intim. Nurul dan Zakaria seharusnya tidak membatasi pandangan mereka ketika berhubungan. Internet jugalah yang dapat membatasi seseorang untuk berada di luar ruangan. Zakaria seharusnya lebih sering bertemu dengan temannya Abdul, sesama anak motor, daripada terus berada di dalam rumahnya. Internet julah yang membuat Zakaria merasa terkekang karena kontrol dari pacarnya.

Akan tetapi, selain hal-hal negatif yang disajikan dalam film pendek berdurasi 14 menit ini, internet dan media sosial sebenarnya bisa memberi dampak positif jika bisa mengakalinya. Film ini menawarkan solusi dari berbagai keresahan Nurul dan kebimbangan Zakaria tersebut. Disajikan dengan sederhana dan kadang kocak, film ini tak hanya menjadi sajian yang ringan, tetapi juga berisi. Sebagai informasi, di film ini sang sutradara Wimar Herdanto bermain sebagai pemeran utama. Shitpost akan ditayangkan di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada program Layar Komunitas di Halaman LPP Yogyakarta pada Rabu, 20 November 2019 pukul 19.00 WIB bersama dengan empat film pendek dari sutradara lain, yaitu BBBBB karya Paul Manurung, Suburbia karya Winnie Benjamin, Yang Sudah, Sudah karya Zhafran Solichin, dan Back Up! karya Wawan I. Wibowo. (2019)

 

Ditulis oleh Achmad Muchtar | Disunting oleh vanis