Film garapan Emir Ezwan ini mengisahkan sebuah keluarga yang hidup di hutan. Sejak awal, sang Ibu sudah mewanti-wanti kedua anaknya, Along (Mhia Farhana) dan Angah (Harith Haziq) untuk jangan percaya kepada apapun dan siapapun yang dilihat di hutan. Ketika kedua anak tersebut masuk ke hutan untuk mencari kayu, seorang anak perempuan yang lebih muda dari mereka mengikutinya sampai ke rumah. Sang ibu kemudian menyuruh anak itu masuk, membersihkan badannya, dan memberinya makan. Anak perempuan itu tidak bicara sedikit pun, bahkan ketika dicecar dengan berbagai pertanyaan. Tingkahnya semakin aneh, hingga di suatu pagi, ia membunuh dirinya sendiri dan mengatakan keluarga tersebut akan mati.

Teror tersebut kemudian mulai mengakar dalam keluarga tak bertetangga itu. Tak lama, Along mendapati dirinya demam dan tak kunjung sembuh. Seorang perempuan paruh baya bernama Tok datang dari desa seberang untuk membantu penyembuhan Along. Di sisi lain, muncul seorang bapak yang mengaku sedang mencari anak perempuan kecil yang telah hilang. Ternyata, bapak dan Tok saling mengenal serta berlomba-lomba meyakinkan Ibu untuk tidak percaya pada Tok ataupun pada Bapak. 

Roh (2019) merupakan sebuah piknik bagi para pencinta film horor thriller. Rasa tak nyaman mengaung dengan lekatnya sepanjang 82 menit saat menonton film ini. Darah, kematian, dilema, dan kekalutan merupakan elemen-elemen yang menempel pada setiap scenen yang disuguhkan. Produksi Kuman Picture ini tak akan memberi ampun pada rasa penasaran dan ketakutan yang menghinggapi penonton. Roh (2019) secara perdana ditayangkan dalam gelaran Singapore International Film Festival 2019. Penayangannya di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ;Revival’ akan menjadi penayangan perdananya di Indonesia. Masuk dalam program Asian Perspectives – Features, karya Emir Ezwan ini siap menghantuimu di Empire XXI Yogyakarta. (2019) 

 

Ditulis oleh Agatha Duhita, vanis | Disunting oleh vanis