Penjara digambarkan sebagai sebuah tempat  kelam, dengan jeruji menutup satu-satunya pintu masuk dan keluar. Ruang kecil dikelilingi tembok-tembok mengintimidasi setiap orang yang hanya sejenak mengintip ke dalamnya. Terkadang, penjara itu ada yang cukup luas, lebar, namun tidaklah sepi karena berisi lima hingga sepuluh orang. Dari pencuri uang rakyat kelas kakap hingga sekadar kakek tua renta pemetik jambu di pekarangan tetangganya tanpa izin dapat ditemukan di situ. Tidak hanya berbulan-bulan saja bahkan hingga berpuluh-puluh tahun bisa menjadi pesakitan. Semua orang pasti akan segan untuk masuk ke penjara, untuk melakukan sebuah perbuatan tercela di mata hukum.  Film ini mengisahkan Adelina, seseorang yang terpenjara di rumahnya oleh orangtua, dikurung masyarakat karena jati dirinya. 

Kebebasan menjadi seorang transgender masih sulit untuk didapatkan di Georgia, terutama daerah tempat tinggal Adelina. Keinginannya untuk bisa menghirup udara segar tanpa ada kekangan dan ketakutan begitu ingin diwujudkan olehnya. Orangtua menjadi rintangan pertama yang harus diatasi. Pola pikir dari ayah dan ibu masih kuat melekat dengan standar budaya dominan yang ada. Pada dokumenter singkat ini, pandangan ayah dan ibunya tentang Adelina akan dibuka. Kedua orangtuanya memiliki pola pikir mirip tentang keputusan mereka mengurung Adelina namun dengan alasan yang bertolak belakang. Argumen-argumen ini diulik dengan wawancara mendalam. Penonton akan melihat ekspresi raut muka kedua orangtua Adelina ketika mengutarakan pandangan mereka; mencoba menyelami ungkapan-ungkapan jujur walau masih menyisakan sesuatu yang tersembunyi dalam-dalam.  

Geliat hidup Adelina diekspos secara gamblang. Aktivitasnya tak lebih dari tertawa miris di kamar tidur, merayakan kesepian ulang tahun, mengobrol bersama satu-satunya teman hidupnya, anjing peliharaan keluarga. Kebahagiaan sementara dibangun terus menerus oleh Adelina untuk tidak terjebak dalam keterpurukan. Pengambilan gambar disajikan dengan sederhana demi penceritaan jujur Adelina. Utopia Adelina secara eksplisit kemudian dibangun dengan nuansa psychedelic yang menghipnotis. 

Potret gerak biografi Adelina karya Rati Tsiteladze ini merupakan dokumenter pendek pertama dari Georgia masuk nominasi di European Film Academy.  Rati lahir dan besar di Georgia. Pada usia 21 tahun, ia berhasil menjadi juara dunia bela diri. Pada tahun 2014, ia meninggalkan bela diri karena tidak bisa membendung hasratnya memasuki dunia film lalu mendirikan ArtWay Film Production. Latar belakang sebagai atlet bela diri menjadi salah satu cara Rati memulai pendekatan personal dengan ayah Adelina yang juga merupakan mantan atlet bela diri. Adelina secara pribadi menghubungi Rati melalui media sosial yang membuat Rati kemudian tersentuh dengan kisahnya. Rati berusaha mengangkat kisah Adelina yang terkurung dalam penjara itu lebih dari satu dekade, bagaimanapun caranya. Secara istimewa, dokumenter biopik dari Georgia ini menembus Asia Pasifik dan dapat disaksikan pada program Asian Perspectives: Short dalam perhelatan 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Revival’. (2019)

Ditulis oleh Titus Kurdho | Disunting oleh vanis