Yogyakarta, 22 November 2019 – Kegiatan Forum Komunitas di JAFF 14 ‘Revival’ menitikberatkan pada diskusi seputar film dan presentasi komunitas-komunitas yang hadir. Pada tahun ini, total sebanyak 33 komunitas film dari seluruh Indonesia terpilih, masih mengikuti serangkaian acara JAFF 14 ‘Revival’ yang sudah memasuki hari ke-4. Pada kesempatan kali ini, Viu membawakan presentasi dengan judul “Anatomy of An OTT Original”.

Hari ke-4 penyelenggaraan JAFF 14 ‘Revival’, program forum komunitas menghadirkan presentasi dari VIU, sebuah platform menonton video dengan layanan OTT atau Over-The-Top. Keunikan yang menjadi nilai lebih dari Viu adalah TV Show, film, dan original series dengan konten lokal yang baru dan segar yang menghibur jutaan konsumen setiap harinya. Viu originals menghadirkan serial dengan cerita menarik dan kualitas produksi kelas dunia, juga memberikan kesempatan untuk filmmaker Indonesia menyajikan kreasi mereka di panggung dunia. Sahana Kamath mewakili sebagai Head original Produser Indonesia & Malaysia VIU, menyampaikan terima kasih atas antusias peserta baik dari peserta komunitas maupun umum. Terdapat 2 topik yang menjadi pembahasan yaitu peran OTT sebagai yang mengambil konten lokal yang mendunia dan membuat original series dalam bentuk digital.

Indonesia sebagai “A Land of Opportunity” memiliki potensi sebagai salah satu konsumen konten terbesar se-Asia Tenggara dan salah satu negara dengan produser konten terbesar di dunia. Namun, yang perlu disayangkan adalah kondisi market di Indonesia sendiri menjadi yang tantangan. Contohnya, terdapat 1700 movie screen tapi hanya 13% orang yang menonton ke sinema. Maka dari itu Viu melakukan analisis agar dapat mencapai target sesuai sasaran. OTT adalah layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet. Kemudian Viu sebagai platform menonton video memanfaatkan OTT untuk mewadahi konten-konten lokal maupun global. Namun, setiap negara memiliki siklus ekonomi yang berbeda-beda. Untuk itu, kita perlu mengetahui bagaimana audience-nya mulai dari umur, kebiasaan, pekerjaan, engagement, grafik personal experience, dan kapan prime time yang sering digunakan untuk menonton.

Creating a series for digital atau membuat original series dalam bentuk digital rasanya masih sulit karena kebanyakan malas melanjutkan film yang berseries dengan format digital bukan tayang secara signifikan seperti televisi. Disini Viu memberikan beberapa “Key factor” yang dapat mempengaruhi hal tersebut. Memahami target audience, mengoptimalkan konten untuk menarik perhatian audiens, memikirkan konsumsi digital, dan yang terakhir craft a winning pitch. Sebelum menutup presentasi, Viu menambahkan bahwa salah satu film dalam original Viu Short karya filmmaker yang kru nya adalah anak SMA dari daerah pedalaman bisa membuat film pendek dengan kualitas profesional dan dapat juga bersaing dengan filmmaker profesional juga, dan film itupun masuk kedalam festival internasional.

Antusiasme penonton sangat terlihat dari beberapa pertanyaan yang disampaikan. Beberapa peserta mengatakan dari sesi diskusi dari Viu dengan komunitas film mendatangkan ilmu baru dan sharing pengalaman. forum diskusi dengan Viu ini sangat membantu dan memberikan pencerahan bagi filmmaker professional atau filmmaker pemula yang kebingungan untuk mencari bantuan untuk produksi film atau ingin mengajak kerjasama dengan VIU. Forum komunitas pun ditutup pada sore hari dengan sesi foto bersama dengan peserta dan para narasumber.