Yogyakarta, 22 November 2019 – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 14 ‘Revival’ menjadi tahun kedua diselenggarakannya salah satu program Special Event: JAFF Education. Di tahun ini, JAFF Education dibuka untuk umum dengan menawarkan total sembilan kelas dengan topik seputar pembuatan film, seperti, penyutradaraan, akting, sinematografi, penulisan naskah, dan produserial. Kelas akting pada JAFF 14 Revival diisi oleh Paul Agusta dengan judul “Small Role Big Impact!”.

Paul Agusta adalah seorang filmmaker, aktor, dan juga pengajar seni. Kemunculan terbarunya di layar lebar Indonesia adalah menjadi aktor di Gundala membuat banyak orang terpukau dengan aksinya. Berbekal banyaknya pengalaman dan jam terbang di dunia perfilman, Paul Agusta membagikan ilmunya tentang sebuah petunjuk tentang cara untuk menjadi aktor/aktris figuran yang dapat memberi pengaruh besar dalam sebuah film. Dalam materinya, Paul menjelaskan tentang bagaimana seorang aktor punya kewajiban untuk sepenuhnya menghidupi karakter yg dia perankan, baik itu hanya 20 detik atau 20 scene. Banyak cara yang bisa dilakukan, namun yang terpenting adalah Preparation! Kunci apakah aktor tersebut sudah dapat memasuki sebuah karakter adalah dengan menanyakan 9 pertanyaan Uta Hagen yang menjadi tips Paul untuk mendidik aktor binaannya. Sebagian akting adalah merespon lawan main, jadi mendengar apa yang dilakukan lawan mai itu perlu agar dapat merespon secara jujur. Paul pun menegaskan, “Kenali, hormati, dan dengarkan lawan mainmu. Bagian besar dari acting adalah bereaksi; “Acting is Reacting!”. Begitu juga dengan para filmmaker, yang harus memperhatikan tiap karakter baik peran utama atau figuran sekalipun. Director bertugas menyiapkan materi untuk menuliskan research atau riset yang nantinya sangat membantu aktor untuk memahami karakternya masing-masing.

Kelas yang diadakan di Studio Premiere Empire XXI dengan peserta yang berjumlah 23 orang yang memiliki ketertarikan berbeda antara bidang akting dan bidang filmmaker. Terasa begitu eksklusif karena pembawaan Paul yang santai namun tegas dan juga langsung memberikan contoh kasus sembari menyampaikan materi. Salah satu pertanyaan dari sisi filmmaker membahas tentang bagaimana mempertahankan adegan yang bagus dengan tetap ada kejutan. Paul menegaskan bahwa tugas seorang aktor adalah breakdown atmosfer permainan. “Lebih membedah atmosfernya apa yang harus dilakukan per-scene, bukan menghafal dialog.”, ungkapnya.

Kelas akting bersama Paul Agusta memberikan pengalaman yang menarik mengenai bagaimana aktor bekerja, apalagi dalam proses film independen. Diharapkan, kelas ini dapat memberikan sedikit pemahaman mengenai peran yang jarang diungkap di kelas-kelas lain.