Yogyakarta, 21 November 2019 – Mekah I’m Coming ditayangkan pada hari Kamis, 21 November 2019 di Studio 2 Empire XXI sebagai salah satu film dalam program kompetisi JAFF – Indonesia Screen Awards. Film berdurasi 93 menit karya dari sineas Indonesia Jeihan Angga ini menceritakan tentan kisah cinta ala drama-komedi antara dua insan bernama Eddy dan Eni.

Kisah percintaan antara Eddy dan Eni dalam film Mekah I’m Coming terancam dalam ambang kehancuran setelah mereka berdua mengetahui bahwa Eni akan dijodohkan dengan saudagar kaya oleh kedua orangtuanya. Atas saran dari Ibunya, Eddy berhasil merayu orang tua Eni dengan mengatakan bahwa akan berangkat Haji tahun ini. Dibalik bujuk rayuan tersebut terdapat fakta yang tidak bisa dihindari bahwa dalam mengurus visa Haji membutuhkan waktu selama 10 tahun. Dalam kebingungannya tersebut Eddy memperjuangkan segala cara agar bisa menikahi Eni termasuk dengan cara menjual bengkel usahanya demi membayar jasa tambahan pada Agen Travel yang ia percaya mampu menjanjikan program Haji lebih cepat. Namun apa daya sesampainya di Jakarta dengan segala pengorbanan yang telah ia lakukan ternyata Eddy baru menyadari bahwa ia ditipu oleh Agen Travel tersebut. Dalam kebimbangannya Eddy harus menyembunyikan kenyataan pahit bahwa ia telah menjadi korban penipuan kepada siapapun. Sebagai sanksi, Eddy harus menunggu waktu yang tepat untuk pulang kampung agar ia seolah-olah ia telah berhasil menunaikan ibadah haji.

Pemutaran Mekah I’m Coming (2019) ditutup dengan sesi diskusi bersama dengan para pembuat film. Turut hadir dalam kesempatan ini antara lain Jeihan Angga (sutradara), Hanung Bramantyo (produser) Rizky Nazar (Eddy), dan Michelle Judith (Eni). Hanung Bramantyo menyatakan bahwa dirinya membebaskan Jeihan ketika proses produksi film. “Saya lihat saat awal, ternyata oke. Saya percaya untuk kasih ke dia (red: Jeihan)”, ungkap Hanung. Hanung juga menyatakan bahwa film ini berhasil membuatnya tertawa terbahak-bahak karena unsur komedi yang dituangkan oleh Jeihan takarannya pas.

Diskusi berlanjut dengan pembahasan seputar bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh Rizky Nazar. Ia mengaku agak kesulitan untuk bermain di film komedi. “Ini pengalaman baru untuk saya main di film drama-komedi. Saya belajar banyak dari Mas Jeihan, Mas Hanung, sama Epy, dan Michelle juga”, tuturnya.

Sebanyak 239 penonton memenuhi Studio 2 empire XXI saat film Mekah I’m Coming ditayangkan. Suasana yang sangat meriah, penuh gelak tawa, dan wajah sumringah penonton berhasil dibangun oleh Jeihan Angga melalui film ini. Sebaran penonton yang menghadiri penayangan ini sangat beragam mulai dari anak kuliahan hingga orang tua. Adit, mahasiswa ISBI Bandung, setelah menonton film ini menyatakan Indonesia membutuhkan film-film komedi yang menarik dan menghibur seperti ini. “Indonesia butuh yang kayak gini. Nggak sabar nunggu film ini dirilis di bioskop-bioskop seluruh Indonesia biar bisa nonton lagi”, pungkasnya berharap.

Pada perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival 14 ‘Revival’, film Mekah I’m Coming terpilih dalam program JAFF-Indonesia Screen Awards (JAFF-ISA). Sebagai program yang paling muda di antara program lainnya, JAFF-ISA yang dulunya bernama The Faces Of Indonesian CInema Today tetap konsisten memboyong semangat yang sama sebagai pencatat perkembangan sinema Indonesia dengan perspektif yang berbagai macam. Mekah I’m Coming merupakan salah satu film dari tujuh film yang terpilih dalam program ini. JAFF-Indonesia Screen Awards secara keseluruhan mencoba untuk sejauh mana film Indonesia dibaca oleh pelaku dan pengamat film dari luar Indonesia. Selain itu kehadiran JAFF-ISA juga dinilai sebagai pencatat tentang sejauh mana sineas mampu menjawab kebutuhan penonton Indonesia saat ini.