Yogyakarta, 21 November 2019 – Ragam sinema Asia tersebut memberikan kita sudut pandang baru mengenai suatu fenomena yang terjadi. Untuk itu Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke 14 “Revival” mendorong keberlangsungan program Asian Perspectives ini dan menyajikan film pilihan yang JAFF anggap sesuai dengan program ini. Penonton pun diajak untuk mendapatkan pengalaman dan menciptakan perspektif itu.

Menayangkan beberapa film pendek, di antaranya Forget Me Not (2019) karya Anwar Johari, bercerita tentang wanita muda asal China yang merantau di London dan terlibat intrik percintaan dengan rekan kerjanya, film yang terbagi menjadi tiga babak cerita ini berhasil menyajikan romantisme insan muda, kisah cinta yang terhalang jarak dan cinta yang gagal karena perbedaan etnis.  A Plastic Cup of Tea Before Her (2018) karya Makbul Mubarak, merupakan sebuah film pendek padat pesan tentang bagaimana masyarakat menghadapi isu-isu sensitif yang bergulir di masyarakat. SIN-SFO (2018) karya Leon Cheo, bercerita tentang sepasang suami-istri Angie Ong dan Danny Goh sedang memperdebatkan keputusan mereka untuk meninggalkan status kewarganegaraan Singapura. Prisoner of Society (2018) karya Rati Tsiteladze, mengisahkan Adelina yang terpenjara di rumahnya oleh orangtua, dikurung masyarakat karena jati dirinya seorang transgender. Tungrus (2018) karya Rishi Chandna, sebuah dokumenter pendek tentang keluarga kelas menengah di Mumbai, yang menjadi kocar-kacir setelah sang kepala keluarga yang eksentrik membawa pulang seekor anak ayam untuk mainan kucingnya.

Setelah menonton rangkaian film Asian Perspectives Short 2, diadakan sesi tanya jawab bersama para pembuat film yang hadir; Anwar Johari, sutradara Forget Me Not dan Makbul Mubarak, sutradara A Plastic Cup of Tea Before Her. Pertanyaan pun bergulir dari penonton yang hadir. Sebagian besar mempertanyakan tentang latar lokasi film yang berhubungan kuat dengan alur cerita. Anwar Johari berbagi tentang proses pencarian lokasinya, “Saya sengaja mencari restoran-restoran China yang tidak hanya menempel atributnya saja, tetapi juga harus memiliki atmosfer untuk proses produksi film saya selama tiga hari.” jelas Anwar Johari.

Sementara itu, Makbul Mubarak memiliki jawaban menarik untuk pemilihan lokasi supermarket sebagai lokasi, “Saya rasa supermarket itu tempat yang pas untuk cerita film saya. Di supermarket, penjaganya bisa mengagumi seseorang tetapi tidak bisa lebih jauh lagi karena terbatas oleh meja kasir.” ungkapnya. Pemutaran Asian Perspectives Shorts kali ini dihadiri oleh 212 penonton yang memenuhi Studio 2 Empire XXI Yogyakarta.