Yogyakarta, 23 November 2019 – Rangkaian Special Program Jogja-NETPAC Asian Film Festival 14th ‘Revival’ bukan hanya bekerjasama dengan festival-festival internasional, tapi juga dengan komunitas lokal. Bekerja sama dengan LA Indie Movies (LAIM), program ini menyuguhkan tiga film produksi 2019 berjudul Konspirasi Gaib, Nasintel, dan #Instalie. Tiga film ini dianggap dapat menjadi pilihan penonton dalam merayakan festival Asia.

Nasintel, karya Vince Lee bercerita tentang dua agen rahasia Sarah dan Wicak menyamar sebagai tukang nasi goreng ketika mendapatkan misi mengintai gudang yang disinyalir sebagai tempat penyimpanan narkoba. Namus, seorang influencer terkenal mengacaukan rencana mereka ketika review nasi goreng mereka dan membuatnya menjadi  viral. Apakah penyamaran mereka akan terbongkar?

Dilanjutkan dengan Konspirasi Gaib karya Alfi menceritakan Wowo dan Cong adalah makhluk gaib yang eksistensinya semakin menurun. Suatu malam mereka memutuskan untuk menakuti Budi, seorang influencer  yang sedang asik menonton YouTube di rumahnya. Agar mereka berdua menjadi viral dan kembali ditakuti banyak orang.

Pemutaran terakhir disuguhkan dengan film #Instalie mengisahkan Haikal seorang fotografer yang mempunyai pacar bernama Laras seorang selebgram. Sebagai seorang instagram boyfriend, ia setia memotret untuk Laras dan membantunya menjadi influencer yang semakin tenar. Suatu hari, Laras mendapat undangan untuk menghadiri pesta perayaan seorang youtuber ternama. Sebuah pertemuan Haikal dengan seorang perempuan misterius di pesta tersebut akhirnya menguji hubungan Haikal dan Laras yang membuat hidup mereka porak poranda.

Setelah pemutaran pun dilakukan sesi tanya jawab antara para produser dari Nasintel, Adhyatmika dan Konspirasi Gaib, Ismail Basbeth. “Cerita dari Nasintel sendiri saya pilih untuk diproduseri karena fresh dan fun untuk platform digital, bagaimana penonton dapat bertahan ketika menontonnya,” tutur Adhyatmika yang memproduseri dari Space.

Dilanjutkan oleh Ismail Basbeth, baginya memilih film Konspirasi Gaib karena merasa lucu dan menarik. Apalagi saat bertemu Alfi untuk diminta menulis film ini pula, yang ternyata tulisan pertamanya sudah bagus. Melihat sang sutradara mempunyai bakat lebih.

Pemutaran film dari LA Indie Movies 2019 di studio 2 XXI Empire Yogyakarta diisi sebanyak 293 penonton. Anggia dan Liesta salah satu penonton merasa senang saat bisa menyaksikan film-film yang diputar, Nasintel dan Konspirasi Gaib menjadi pilihan mereka. Selain cerita yang ringan dan menyenangkan, gagasan yang diambil juga relate di zaman sekarang.

Garin Nugroho selaku inisiator selalu mengharapkan ada yang baru pada apa yang dirasakan oleh generasi millenial dalam menanggapi tantangan, cara bertutur, teknologi, maupun gagasan. Ide menarik dalam perspektif yang baru tersebut dapat menjadi pangkal bagi filmmaker pemula yang dapat mengembangkan karyanya. Sebab, LAIM akan mewadahi dari awal hinggal film tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.

Special Program: LA Indie Movies akan diadakan di Horison Hotel pukul 16.00 pada Sabtu (23/11). Selain itu, rangkaian program dan screening JAFF 14th ‘Revival’ juga berlangsung dari tanggal 19-24 November 2019.