Yogyakarta, 20 November 2019 – Gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival 14 ‘Revival’ menjadi tahun kedua diselenggarakannya JAFF Education. JAFF Education merupakan program lokakarya pembuatan film sebagai wujud kontribusi JAFF kepada perkembangan film independen Indonesia. Di tahun ini, JAFF Education dibuka untuk umum dengan menawarkan total sembilan kelas dengan topik seputar pembuatan film, seperti, penyutradaraan, akting, sinematografi, penulisan naskah, dan produserial. Kelas sinematografi pada JAFF 14 ‘Revival’ diisi oleh Arief Pribadi I.C.S dengan judul Psychoanalysis in Film.

Arief Pribadi, I.C.S. adalah sinematografer Indonesia yang telah banyak menelurkan karya-karya audio visual yang telah diakui nilai estetikanya. Dia banyak terlibat dalam karya film independen dan karya video musik, antara lain, Langit ke-& (2012), Lima Elang (2011), Ruang (2006), dan Gadis Penggoda (1997). Selain itu, Arief Pribadi, I.C.S sering memberikan edukasi dan lokakarya seputar sinematografi di kalangan sineas muda Indonesia.

Memainkan emosi penonton menjadi salah satu pokok bahasan lokakarya yang berjudul Psychoanalysis in Film. Konflik yang dibubuhkan dalam sinema menjadi bagian penting untuk kesinambungan objek dan kecemasan yang melebur jadi satu. “Keberhasilan sebuah film dapat dilihat salah satunya apabila film karya sineas dapat memicu respon rasa simpati dan empati dari sisi pandang penonton, tugas filmmaker untuk membuat itu seolah olah nyata dan logis,” jelas Arief.

JAFF Education Cinematography Class Psychoanalysis in Film merupakan kelas berbayar yang hanya menyediakan kuota terbatas bagi para pesertanya. Dengan metode ini, diharapkan materi mengenai topik yang diusung dapat lebih mudah diserap dan kelas menjadi lebih intim karena tidak berjarak. Total sebanyak 73 peserta yang berasal dari berbagai kota seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta, serta Solo mengikuti kelas lokakarya ini. “Dateng ke JAFF Education ini jadi nambah banyak wawasan khususnya bagaimana psikis-psikis sangat kuat untuk membentuk film, berguna banget jadi pengen masuk kelas-kelas film bidang lainnya besok”, harap Wisnu Setiawan sebagai salah satu peserta asal Jogja.

Dipandu oleh Ismail Basbeth, kelas ini diadakan di LPP 1 Yogyakarta pada hari Rabu, 20 November 2019 pukul 10:00 WIB. Diharapkan, kelas lokakarya ini mencetuskan para sineas yang berkompeten dalam membawa arah sinema Indonesia menuju arah yang lebih baik. “Luar biasa antusias anak muda biasanya mengabadikan karyanya secara grusa-grusu tapi mau belajar bagaimana tatanan penggunaan kamera dengan Mas Arief”, tutup Ismail sebagai moderator.