Yogyakarta, 20 November 2019 – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 14 ‘Revival’ memperingati 100 tahun sinema Bengali dengan memutar film-film Bengali dan mengadakan diskusi dalam program kuliah umum. Terhitung tiga film Bengali akan menjadi fokus dalam perayaan ini, antara lain, Runanubandha (2019) – India, Chandrabati Kotha (2018) – Bangladesh, dan Parcel (2019) – India. Ketiga film tersebut tergabung dalam program Focus On: Bengali Cinema yang merupakan salah satu program reguler JAFF dalam upayanya mempresentasikan film-film pilihan dari sutradara, kelompok etnis, atau negara tertentu. Film Parcel (2019) karya Indrasis Acharya membuka penyelenggaraan program Focus On: Bengali Cinema.

Ditayangkan di Studio 5 Empire XXI Yogyakarta, Parcel (2019) menyuguhkan kisah sepasang dokter, bermula saat Nandini secara tiba-tiba menerima kiriman paket misterius tanpa nama yang disertai foto dirinya. Rangkaian ini membuat sebuah turbulensi dalam keluarga mereka yang berujung nyaris kandasnya hubungan pernikahan mereka. Nandini mencoba untuk menyelidiki akar permasalahannya, mencoba mencari korelasi antara kesalahannya di masa lampau (dari pandangannya) yang dapat dijadikan motif untuk mengancamnya dengan mengirimkan paket tersebut. Pemutaran Parcel (2019) ditutup dengan sesi diskusi bersama filmmaker yang hadir yaitu sutradara Indrasis Chandra dan ditemani oleh pemain utama wanita Nandini yaitu Rituparna Sengupta.

Sang sutradara menyampaikan bagaimana membuat film ini berdasarkan inspirasi yang berbeda-beda, dan memberikan kebebasan penonton menebak apa emosi yang disampaikan secara non explicit di setiap scene-nya. Karakter Nandini menambahkan bahwa film ini memainkan banyak emosi dan penyampaian itu menjadi tantangan sendiri dalam memainkan karakter ini.Selaras dengan hal tersebut, spirit program Focus On: Bengali Cinema mengacu pada bagaimana industri sinema Bengali yang dikenal karena daya produksi film yang tinggi di India. Beberapa pembuat filmnya mendapat perhatian di Indian National Film Awards serta mendapat pengakuan internasional. Bengali sendiri merupakan komunitas etnis yang mendiami wilayah Bengala (India & Bangladesh) yang memiliki sejarah panjang lebih dari dua milenium.