Yogyakarta, 20 November 2019 – Salah satu kelas kuliah umum Public Lecture mengenai manajemen syuting digelar di JAFF 14 ‘Revival’. Bertajuk Syuting Damai Hasil Kece, kelas ini diisi oleh tiga sineas Indonesia berbakat, Joko Anwar (Sutradara), Ical Tanjung (Sinematografer), dan Rieviena Yulieta ‘Pinung’ (Asisten Sutradara). Public Lecture Syuting Damai Hasil Kece diselenggarakan di LPP Yogyakarta dan dimulai tepat pukul 16:00 WIB. Kelas ini diisi oleh 105 orang yang tersebar dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA di Yogyakarta hingga mahasiswa dari Solo, Malang, hingga Surabaya.

Di dalam kelas ini, ketiga pembicara membedah teknis serta serba serbi dalam proses shooting. Pertama, Pinung menceritakan bagaimana tugas Astrada harus mengatur schedule untuk memperhitungkan waktu produksi dan berkoordinasi dengan seluruh kru. Ical pun melanjutkan dengan pengaturan teknis soal kamera dan setting lokasi. Selanjutnya dalam sesi bicara Joko Anwar, proses produksi film terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam pun dibedah mulai dari shotlist, penanaman karakter pemain, hingga uji coba shooting yang dilakukan oleh kru sebelum jadwal dimulai.

Menghadirkan pembicara-pembicara ternama dengan segala kapasitasnya tentang industri perfilman, kelas ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi antara khalayak umum dengan para pakar yang berkompeten di bidangnya. Joko Anwar mengajak para sineas muda untuk melakukan produksi film yang nyaman dan bekerja sesuai tugas para kru yang terlibat. Komunikasi antar kru serta kemungkinan-kemungkinan yang terjadi patut untuk dibicarakan pra-produksi. “Sudah meeting degan Joko dan tim untuk menentukan lokasi yang dipilih lalu lokasi tidak sesuai, ya harus di push sesuai dengan look yang kita mau, gak boleh pasrah”, Ical menambahkan.

Joko Anwar juga melengkapi apa yang dijelaskan melalui dokumentasi – dokumentasi perjalanan shooting filmnya yakni Perempuan Tanah Jahanam (2019). Public Lecture Syuting Damai Hasil Kece ditutup dengan pesan Ical Tanjung untuk selalu membuat suasana shooting yang fun dengan komunikasi yang harmonis. Hal ini ditegaskan oleh Joko Anwar yang berkata, “Kuncinya hormati satu sama lain dan semua kru harus tau apa yang dia lakukan. What we do? We set up, we rehearsal, we shoot!”