Kelahiran merupakan momen yang membahagiakan; setidaknya bagi sang orang tua, dan keluarga yang hidup di antara kelahiran tersebut. Tangisan bayi kecil menjadi tangisan bahagia kedua orangtuanya, kasih sayang melimpah akan dicurahkan oleh mereka kepada anak, apapun akan mereka lakukan agar anaknya terus menerus diberi kesehatan. Makna dasar keluarga inilah yang diangkat dalam Have Your Name Carved (2019). Film ini menceritakan kisah perjuangan Ho dan istrinya mengasuh Haiwa, anak tunggal mereka yang pada usia 5 tahun didiagnosa menderita tumor otak. Penyakit ini mengancam nyawa Haiwa dan belum ditemukan solusi kesembuhannya. Waktu terus bergulir mengiringi penderitaan Haiwa di rumah sakit. Ho dan istrinya mendapatkan kabar buruk bahwa nyawa Haiwa tidak akan bisa tertolong lagi. 

Ho tidak bisa menerima fakta bahwa Haiwa tidak akan bisa diselamatkan. Ia berusaha mencari beragam cara untuk menyembuhkan Haiwa. Karakter Ho terbentuk dengan hampir sempurna. Kebingungannya, kemarahannya, rasa frustasinya, semua tersalurkan dalam gelagatnya sepanjang film. Belum selesai mengatasi permasalahannya, ada satu persoalan yang akan menimpa keluarga kecil ini. Tempat tinggal mereka di Provinsi Guizho, China, menganggap semua anak yang tiada pada usia di bawah 14 tahun tidak akan bisa dimakamkan di makam keluarga. Anak-anak itu juga tidak akan terdaftar pada pohon keluarga.  

Ho yang juga tidak mau anaknya tidak bisa dikenang, berusaha mengatasi hal tersebut. Setelah mengetahui donor akan bisa mengabadikan nama anaknya. Ia pun memutuskan untuk mendonasikan organ Haiwa setelah meninggal. Itu hanyalah beberapa persoalan yang berada di permukaan. Satu demi satu pergolakan terjadi sepanjang film. Penonton akan turut masuk ke setiap langkah perjuangan Ho. Rasa empati akan perlahan menguat melihat apa yang mereka alami ditambah fakta bahwa film ini berdasarkan kisah nyata. Xu Lei, sang sutradara mencoba merefleksikan fakta yang terjadi di tempat ia hidup melalui film ini. Ia telah mendengar dan melihat langsung banyak kejadian itu. Semua pengalaman itu dirangkum sedemikian rupa. Keluarga Ho pun dimunculkan menjadi pemeran utamanya.

Sengaja tidak dihadirkan dengan pengambilan gambar yang memanjakan mata, kesederhanaan ditonjolkan dengan jujur pada setiap shotnya. Adegan diciptakan begitu emosional dan berkesan. Kesedihan pasti akan ada, namun tidak akan berat dirasa sampai meneteskan air mata. Perasaan penonton dijamin akan diombang-ambingkan. Pengharapan akan menyertai satu persatu tetapi tidak akan bisa dicapai dengan mudahnya. Perjuangan Ho tanpa kenal menyerah memperjuangkan Haiwa bersama istrinya menimbulkan rasa hangat tentang makna keluarga.

Have Your Name Carved (2019) menjadi salah satu film yang ditayangkan dalam Special Program: Shanghai IFF 2019. Program ini adalah program kolaborasi bersama Shanghai International Film Festival. Seluruh film yang tayang dalam program ini merupakan film seleksi resmi dan telah tayang dalam perhelatan Shanghai International Film Festival 2019. (2019)

 

Ditulis oleh Titus Kurdho | Disunting oleh vanis