Apa yang akan kamu lakukan saat upaya menjaga nyawa orang tersayangmu hanya dapat dicapai dengan menghilangkan nyawa yang lain? Lamun Sumelang (2019) menggambarkan dilema atas pertanyaan tersebut dengan representasi tokoh Agus. Segala cara telah dilakukan Agus untuk menyembuhkan putri semata wayangnya, Ningsih. Ketika Sang Dukun berkata bahwa satu-satunya pertolongan untuk Ningsih adalah ia harus membunuh tujuh orang, Agus tak dapat menolaknya. Agus akhirnya melakukan upaya tersebut lewat orang-orang yang hendak bunuh diri melalui pulung gantung. Kemampuan Agus untuk dapat merespon orang-orang yang telah dibunuhnya membuat dilema yang ia alami menjadi semakin runyam.

Meski telah mendapatkan enam orang korban, keadaan Ningsih tak kunjung membaik. Marni, Sang Ibu, berniat menggantikan posisi Ningsing dengan mencoba membunuh dirinya dengan gantung diri. Agus yang selalu menantikan cahaya merah di langit –tanda pulung gantung– akhirnya berada di situasi bahwa ia harus membunuh istrinya sendiri. Tekanan keenam korban lainnya menambah kegentingan dalam suasana pertemuan Agus dan Marni di atas tebing yang curam. 

Lamun Sumelang (2019) sangat lekat dengan elemen budaya Jawa. Berangkat dari mitos pulung gantung, Ludy Oji Prastama, sang sutradara, menyajikan sebuah satir yang getir. Cerita tentang kematian dan pesimisme terhadap hidup menjadi balutan yang menghanyutkan dalam film berdurasi delapan belas menit ini.  Interaksi para korban –yang telah menjadi hantu– disajikan dengan cara yang komedik tanpa menanggalkan unsur moralitas mengenai kehidupan dan kematian. Unsur pulung gantung yang menggerakkan film ini berangkat dari kepercayaan masyarakat Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai petanda bahwa akan ada orang yang meninggal dengan cara gantung diri. Pulung Gantung digambarkan secara visual dengan lintasan bola api di langit malam. 

Kisah dilema dan upaya Agus menyembuhkan anak semata wayangnya dalam Lamun Sumelang (2019) dapat dinikmati secara perdana pada perhelatan 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Revival’. Lamun Sumelang (2019) akan ditayangkan pada program Layar Komunitas di LPP Yogyakarta pada tanggal 21 November 2019 pukul 20:00 WIB. (2019)

 

Ditulis oleh Agatha Duhita | Disunting oleh vanis