Menuduh dan dituduh adalah hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa mencari tahu penyebab atau kebenarannya, kerap kali penuduhan terjadi sepihak dan tak mengindahkan kebenaran atas tuduhan tersebut. Hal inilah yang dialami oleh Bowo yang sedang mencari bahan makanan di pasar bersama dengan istrinya, Susi. Bowo dituduh kentut oleh Nyonya Agus dan Bapak Agus yang mencium bau tidak sedap ketika Susi dan suaminya lewat. Bersama hansip dan pengunjung pasar lainnya, Bowo diarak menuju kamar mandi dan diminta untuk buang air besar. Dirinya sangat kesal karena ia tidak merasa ingin buang air. Melalui berbagai ungkapan kasar, ia mencari cara bagaimana untuk keluar dari kamar mandi tersebut. Setelah berhasil kabur, Bowo dan istrinya mencoba menerima keadaan tersebut demi menghindari amukan massa. Di sisi lain, Nyonya Agus tetap merasa tidak bersalah setelah tuduhannya dilayangkan pada Bowo dan istrinya. 

Melalui karya bergenre komedi satir ini, Rangga Kusmalendra, sang sutradara, ingin menyampaikan pengalaman pribadinya mengenai tindakan persekusi atau tuduhan tak berdasar yang kerap ia jumpai. Tuduhan-tuduhan tersebut datanga tas hal kecil yang terkadang tak terlalu substansial. Hal inilah yang menurutnya menjadikan orang-orang tak perlu berpikir dua kali untuk menjatuhkan kesalahan, memfitnah, atau bertindak sewenang-sewenang kepada seseorang atau kelompok yang lebih kecil.

Kentut (2019) menjadi salah satu film yang termasuk dalam program Layar Komunitas 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Berdurasi 9 menit, Kentut (2019) telah menuai penghargaan di antaranya, First Time Filmmaker Sessions Lift – off Global Network 2019, Top 10 Finalists of Viddsee Juree Award Indonesia 2019, dan Official Selection Balinale Film Festival 2019. Kesalnya menjadi korban persekusi dan misteri mengenai bau apa sebenarnya yang menyeruak masuk dalam hidung Nyonya Agus dan Bapak Agus dapat disaksikan pada tanggal 22 November 2019 pukul 20:00 WIB di LPP Yogyakarta. (2019)

 

Ditulis oleh Agatha Duhita | Disunting oleh vanis