Setiap tanggal 15 Februari, Singapura memperingati Total Defence Day untuk mengenang menyerahnya Singapura terhadap Jepang pada 15 Februari 1942 silam. Hari ini “dirayakan” dalam rangka mengingatkan warga Singapura untuk mengenang penderitaan-penderitaan leluhur selama masa penjajahan Jepang. Pada setiap tahunnya, pelatihan-pelatihan ala militer diadakan di kalangan siswa tingkat menengah. Kelompok dari NCC Cadets datang ke sekolah-sekolah dan berpura-pura menjadi tentara dan menggambarkan situasi penjajahan jaman dulu.

Kebelakang Pusing merupakan respon atas peringatan ini. Film ini bercerita tentang Zhi Hua, salah satu dari NCC Cadets yang berpangkat “sersan” ditugaskan untuk memikirkan bagaimana cara berpura-pura “menekan” para siswa untuk menggambarkan situasi penjajahan Jepang dulu. Bersama dua orang temannya, Zhi Hua memakai pakaian seperti tentara, membawa properti seperti pentungan atau topi, dan menerapkan peraturan-peraturan dasar yang harus para siswa patuhi. Tentu saja, hal ini tak serta merta membuat mereka takut dengan kehadiran Zhi Hua. Para siswa ini menganggap remeh pelatihan ini dengan sengaja batuk-batuk hingga tidur di kelas. Di titik ini, Zhi Hua seakan-akan lupa dengan “kepura-puraan”-nya dan terlalu mendalami karakternya sebagai tentara. Salah satu murid bernama Won Kang menjadi cobaan sekaligus “korban” ketegasan Zhi Hua yang terlarut dalam peran.

Perubahan karakter Zhi Hua dari seseorang yang terlihat lemah di depan atasannya menjadi seorang tentara yang kelewat tegas terasa sangat drastis. Ketegasan ini dihadirkan dalam shot yang detail saat Zhi Hua mengambil keputusan mengunci jendela, mengurung Won Kang dalam lemari, hingga memukuli Won Kang. Dalam 11 menit, Gerald Nagulendran, sang sutradara, menyuguhkan alur cerita yang jelas menggambarkan perubahan karakter Zhi Hua.

Film Kebelakang Pusing merupakan dramatisasi dari peringatan Total Defence Day di 15 Februari 2016. Di tahun ini, Total Defence Day mengambil tema Together We Keep Singapore Strong. Gerald Nagulendran mengajak kita melihat sisi lain pelaksanaannya di balik tujuan negara yang terlihat “baik dan optimistik” tersebut. Tak hanya film ini, Gerald juga sudah menyutradarai judul film lain yaitu Foreplay (2018) yang dibintangi oleh Shaun Lim. Kebelakang Pusing menjadi film terbarunya di tahun ini dan akan tayang premiere di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Revival’ dalam program Asian Perspectives – Shorts. (2019)

 

Ditulis oleh Ima G. Elhasni | Disunting oleh vanis