Ketika membaca judul film ini, yang terlintas dalam ingatan adalah salah satu judul lagu band asal Inggris bernama Radiohead yang kebetulan memiliki judul sama seperti judul film ini. Sebagai sebuah film, Give Up The Ghost menceritakan tentang peliknya kehidupan manusia melawan stigma sosial yang telah lama terbentuk dan pandangan-pandangan kuno dalam kehidupan berkeluarga.

Film beraliran fiksi yang digarap oleh Zain Duraie dan dirilis pada tahun 2019 ini bercerita mengenai kehidupan sepasang suami istri dengan polemik mengenai keturunan. Duraie sebagai penggagas cerita dalam film ini, berfokus pada kehidupan pasangan suami istri bernama Ammar dan Salam. Film ini menggambarkan isu tentang bagaimana kegelisahan yang dihadapi seorang istri (Salam) ketika mengetahui sang suami (Ammar) ternyata tidak bisa memberinya momongan. 

Adegan-adegan dalam film ini dibangun dengan megah nan padat dalam menceritakan gejolak yang dialami Salam. Mulai dari adanya tekanan dari sang mertua yaitu kedua orang tua sang suami yang ingin segera memiliki cucu. Ketika mengetahui kenyataan bahwa dalam keluarga kecil mereka tidak akan dikaruniai anak, Salam memutuskan menawarkan pilihan untuk mengadopsi anak pada Ammar namun sang suami bersikukuh menolak tawaran tersebut. 

Duraie selain sebagai seorang sineas, ia juga merupakan sosok wanita yang ingin menyuarakan betapa berat dan peliknya tekanan yang dialami seorang wanita dalam sebuah keluarga ketika dalam lingkungan sosial sekitarnya telah terbentuk stereotip bahwa kewajiban berikutnya yang harus dilewati setelah menikah adalah adanya kehadiran buah hati. Melalui film ini Duraie ingin berbicara bahwa seorang wanita akan tetap menjadi wanita seutuhnya terlepas ia telah atau belum dikaruniai anak atau tidak; bahwa pilihan-pilihan yang kita ambil dalam masa kita hidup juga muncul bersamaan dengan penerimaan serta penolakan.

Give Up The Ghost telah berhasil menyabet penghargaan sebagai Best Arab Short Film dalam perhelatan ketiga El Gouna Film Festival 2019 di Mesir. Film ini juga ditayangkan secara perdana juga di Venice Film Festival pada awal tahun 2019 ini.

Anda bisa menyaksikan tentang bagaimana peliknya pergulatan batin yang dihadapi manusia ketika bersinggungan dengan nilai-nilai sosial dan stigma masyarakat dalam 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2019 dengan tema Revival pada program Light of Asia – Blencong & Student Awards. (2019)

Ditulis oleh : Bonivasios Dwi | Disunting oleh : vanis