Yogyakarta, 20 November 2019 – Sejak diselenggarakan pada 2006, JAFF membawa Forum Komunitas sebagai wujudnya dalam membangun ekosistem sinema berbasis komunitas. Forum Komunitas menjadi titik temu para pegiat komunitas seluruh Indonesia untuk dapat bergabung dan berjejaring. Kegiatan Forum Komunitas di JAFF 14 ‘Revival’ menitikberatkan pada diskusi seputar film dan presentasi komunitas-komunitas yang hadir. Pada tahun ini, total sebanyak 33 komunitas film dari seluruh Indonesia terpilih untuk mengikuti serangkaian acara JAFF 14 ‘Revival’.

Pada hari kedua penyelenggaraan JAFF 14 ‘Revival’, program Forum Komunitas menyajikan dua presentasi. Di antaranya presentasi komunitas Film Kupang dan Ruang Gelap. Dimoderatori oleh Maxxago, presentasi dibuka oleh perwakilan dari komunitas Film Kupang yaitu Adriana Ajeng Ngailu dan Ken Patar. Komunitas yang memiliki tema Kolaborasi dan memiliki visi Kolektivisme membangun keberagaman sinema Indonesia ini memperkenalkan beberapa film yang sudah mendapat banyak penghargaan di berbagai festival, seperti film Nokas dan Siko. “Kami yang berasal dari Kupang saja masih ingin belajar dan berkolaborasi untuk belajar dan membantu daerah Kupang tentunya. “Kami minder karena banyak komunitas yang bisa berkolaborasi dengan komunitas internasional, untuk itu kami bertemu teman-teman komunitas disini.”, ujar Adriana sebelum menutup sesi presentasi 1 dengan penayangan film NAFT.

Kemudian dilanjutkan sesi presentasi 2 oleh Ruang Gelap yang berasal dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Dibawakan oleh Bibid Hriday dan Riski Lianda, mulai menjelaskan kegiatan dan kelas-kelas yang diadakan oleh Ruang Gelap. Pada setiap kegiatannya komunitas ini lebih menitikberatkan Diskusi Literasi. Kenapa? Karena kami sering menemukan produksi yang berjalan namun tidak ada pertanggungjawabannya, disinilah yang menurut kami sia-sia jika tidak disertai dengan literasi yang dapat menyebabkan hambatan dalam produksi. “Kalau Ruang Gelap bukan bukan ruang utama untuk meminta ilmu film. Kami belajar mencari ilmu keluar lalu berbagi di dalam Ruang Gelap. Konsep Ruang Gelap adalah berbagi bukan memberi apalagi  meminta.”, pungkasnya.

Pada pukul 14.00 WIB, rangkaian acara Forum Komunitas dilanjutkan dengan materi oleh Hassan Abud sebagai Direktur Hubungan antar Lembaga dalam Negeri mengenai Peran Bekraf dalam Perkembangan Sub-Sektor Film di Indonesia. Bekraf menjelaskan bagaimana peran dan tugas utama Bekraf dalam membantu para filmmaker dalam melakukan produksi, baik itu film ataupun festival. Bekraf mempunyai beberapa program khusus untuk seperti bioskop Misbar dan Banper (Bantuan Pemerintah) yang akan dimaksimalkan tahun depan. Komisi Film Daerah atau KFD juga lembaga tunggal yang dibentuk pemerintah untuk mempermudah pelaku perfilman untuk mengurus film.

Total sebanyak 118 peserta memenuhi ruang LPP Yogyakarta yang mengikuti rangkaian Forum Komunitas. Antusiasme penonton sangat terlihat dari beragamnya pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Beberapa peserta mengatakan bahwa sesi diskusi komunitas film mendatangkan ilmu baru dan memberikan pencerahan bagi filmmaker yang kebingungan untuk mencari bantuan untuk produksi film atau festival. Acara Forum Komunitas pun ditutup pada sore hari dengan sesi foto bersama dengan peserta dan para narasumber.