Uni Republik Sosialis Soviet (URSS) atau yang lebih sering kita dengar sebagai Uni Soviet adalah sebuah negara yang pernah ada dari rentang tahun 1922 hingga 1991. Rashid Malikov adalah salah satu filmmaker generasi terakhir asal Uzbekistan yang pernah belajar di Moscow Film Institute VGIK. Malikov juga seorang sineas yang produktif membuat film dari masa masih berdirinya negara Uni Soviet hingga akhirnya negara ini bubar pada tahun 1991. Dalam rentang tahun kejayaan negara Uni Soviet, Rashid Malikov membuat sebuah film yang mengisahkan kehidupan seorang mantan perwira militer di tahun 1989. Film ini dibuat di Karakalpakstan, sebuah daerah republik otonom di bawah kekuasaan Uzbekistan-yang dulunya merupakan wilayah negara Uni Soviet. Secara historis, Karakalpakstan dulunya merupakan daerah otonom Uni Soviet yang paling jauh dari pusat negara. Dengan kondisi tersebut, Malikov mencoba menarasikan bagaimana kehidupan yang terjadi pada sebuah daerah yang paling terpencil semasa Uni Soviet masih berjaya. 

Saidulla, mantan perwira militer Uni Soviet yang telah pensiun memutuskan untuk menjadi seorang guru olahraga untuk menyambung hidupnya. Daerah daratan yang kering, udara yang berdebu, tanah berpasir, serta pohon-pohon yang meranggas didukung dengan tone color yang dingin sesuai dengan karakteristik tokoh protagonis di film ini. Saidulla hidup dalam rutinitas yang monoton; bangun sebelum alarm weker menyala, memberi makan anjingnya yang bernama Rambo lalu berangkat ke sekolah tempat ia mengajar. Saidulla hidup dalam rumah bobrok dan selama film ini berjalan hanya ada dua sosok teman yang hadir dalam hidup Saidulla yaitu Rambo dan arwah karibnya sesama tentara yang menghantuinya. Saidulla memiliki anak laki-laki yang telah berkeluarga dan satu orang cucu yang nampaknya sangat Saidulla sayangi. Walaupun tinggal dalam satu wilayah pedesaan yang sama, Saidulla memiliki hubungan yang buruk dengan anak laki-lakinya. Anak laki-lakinya sangat membenci Saidulla dan tidak memperbolehkan Saidulla untuk bertemu dengan cucunya hal ini terjadi karena sang anak merasa tidak memiliki sosok ayah sebab pada masa itu Saidulla sebagai perwira militer sedang ditugaskan di Afganistan. 

Arwah temannya yang selama film menghantui Saidulla hadir sebagai salah satu wujud unfinished business yang harus Saidulla tuntaskan. Semasa ia masih menjadi tentara, ia memiliki kenangan yang buruk saat melihat temannya tersebut dibunuh oleh sesama tentara juga yang bernama Nazarov. Pengalaman pengkhianatan tersebut menggoreskan luka traumatik pada diri Saidulla. Sebelum ditembak mati Nazarov, temannya yang meninggal dengan naas tersebut sempat menitipkan sebuah surat pada Saidulla agar diantarkan ke istrinya.

Identitas Saidulla sebagai mantan tentara militer tidak serta merta hilang saat ia memutuskan untuk menjadi guru olahraga. Mengetahui bahwa sekolah tempat ia bekerja menjadi salah satu korban dari pemerintahan yang korup membuat dirinya harus melakukan interaksi dengan teman-temannya dulu demi mengatasi permasalahan persediaan air yang melanda sekolah.  Atmosfer film semakin naik ketika sang tokoh protagonis mengetahui bahwa hidupnya tidak lama lagi karena ia divonis mengidap penyakit kanker. Hidup dalam bayang-bayang malaikat maut yang bisa kapan saja menjemputnya membuat Saidulla melakukan perjalanan panjang untuk segera menuntaskan berbagai unfinished business yang menghantuinya selama ini. 

Setelah ditayangkan pertama kali di 40 Moscow International Film Festival dan berhasil meraih prestasi Jury Prize sebagai film terbaik, Fortitude telah berkeliling di berbagai festival film. Terhitung sejak tahun 2018, Fortitude telah melanglang buana di berbagai festival film internasional dunia, seperti Moscow International Film Festival, Asian Pacific Screen Awards, Busan International Film Festival, dan Tallinn Black Nights Film Festival. Pada tahun 2019, film karya Rashid Milekov berhasil masuk seleksi resmi Fajr Film Festival 2019 di Iran. Anda dapat menyaksikan film menakjubkan ini hanya di Jogja-NETPAC Film Festival ‘Revival’ 2019 pada program Asian Perspective-Features. (2019)

 

Ditulis oleh Bonivasios Dwi | Disunting oleh vanis