Lei, wanita muda asal China yang merantau di London terlibat intrik percintaan dengan rekan kerjanya di toko tempat ia bekerja bernama Liong. Dialog-dialog pendek namun sarat makna dibangun dengan piawai oleh sang sutradara, Anwar Johari Ho. Mengambil latar kota London yang dingin pada tahun 1990-an, film ini berhasil Anwar sajikan dengan sangat hangat. Film ini bercerita mengenai romantisme insan muda, kisah cinta yang terhalang jarak dan cinta yang gagal karena perbedaan etnis.  

Forget Me Not terbagi menjadi tiga babak cerita. Pada setiap babak yang disuguhkan, Anwar menawarkan adegan-adegan yang sangat intim yang dibangun oleh tokoh-tokoh cerita dalam film ini. Selain kepadatan dialog yang kuat, film ini juga menyajikan visual yang sangat memanjakan mata penontonnya. Selain dua menu utama yang disajikan dengan cantik oleh sang sutradara, film ini juga memberikan pengalaman yang memesona melalui kualitas audio yang tajam dan memanjakan telinga, maka, tidak salah apabila film ini berhasil menyabet juara dalam kategori Best Sound Design  pada SeaShorts Film Festival 2019 di Malaysia beberapa bulan yang lalu. Selain itu, Forget Me Not memenangkan juara pada kategori Best International Short Film pada perhelatan Jaffna International Cinema Festival. Pada tahun 2019 ini juga, Forget Me Not juga berhasil lolos seleksi resmi di Nabunturan Independent Film Exhibition 2019 di Filipina.

Forget Me Not adalah sebuah karya sineas muda yang sangat sayang untuk dilewatkan. Anda bisa menyaksikan Forget Me Not pada program Asian Perspectives: Shorts hanya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2019 ‘Revival’. (2019)

Ditulis oleh : Bonivasios Dwi | Disunting oleh : vanis