Yogyakarta, 22 November 2019 – Workshop dengan judul “How to Finance Your Film Internationally” menjadi salah satu bagian dari JAFF Education dalam gelaran JAFF 14 ‘Revival’. Di tahun kedua, JAFF Education tetap fokus tetap pada misinya untuk fokus pada perkembangan sinema melalui edukasi tentang perfilman. Peserta yang sudah mendaftar dari jauh – jauh hari akan berdiskusi bersama dengan para ahli untuk mengelola finansial dalam proyek film serta bagaimana cara mempresentasikan rancangan anggaran kepada sponsor.

Lokakarya ini diadakan pada tanggal 22 November 2019 dimulai pukul 10.00 WIB dan bertempat di ruang LPP 3, LPP Jalan Urip Sumoharjo 11. Bersama dengan Bradley Liew selaku sutradara dari Malaysia dan Bianca Balbuena sebagai produser asal Filipina, peserta akan mendapat ilmu dari para filmmaker yang telah berkecimpung lama di dunia film.  Bianca pun memulai lokakarya pagi ini dengan menjelaskan apa saja tanggung jawab sebagai produser. Peran ini pun mengiringi produksi film mulai dari tahap Creative Development, Marketing, hingga premiere screening film. “Anda selalu memegang keputusan dalam setiap tahapnya. Anda juga harus mengatur keuangan untuk kru film hingga hire orang yang mengemborkan filmnya di media sosial misalnya,” katanya.

Bradley pun melanjutkan dengan bagaimana seorang director juga membantu membuat financial plan dari awal produksi hingga festival-festival apa saja yang akan diikuti untuk mendapatkan ‘uang’. Selain itu, dia juga memutarkan beberapa trailer film yang pernah, diantaranya adalah Singing the Graveyard (2018) dan Motel Acacia (2019).

Melalui biaya sebesar Rp225.000, partisipan program ini mendapatkan seminar kit, coffee break, sertifikat, serta pengetahuan dan pengalaman yang berguna khusus nya bagi para peserta yang ingin mengawali karir sebagai filmmaker. JAFF 14 ‘Revival’, bukan hanya festival yang menyelenggarakan pemutaran film tapi bagaimana juga ikut berkontribusi untuk membentuk serta mengelola bakat-bakat yang ada hingga melahirkan sineas muda berbakat.

Dihadiri oleh 19 peserta, kelas ini menjadi lebih intim untuk membahas mengenai anggaran pembuatan film serta trik dan tips agar lolos oleh sponsor. Salah satu peserta bernama Amin Sabana berpendapat, materi yang disampaikan dalam workshop ini sangat bagus karena berdasarkan pengalaman dari kedua pembicara. “Semoga ini bisa menginspirasi sineas Indonesia untuk maju ke kancah internasional,” harapnya.