Yogyakarta, 22 November 2019 – Perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival 14 ‘Revival’ menjadi tahun kedua diselenggarakannya JAFF Education. JAFF Education sendiri sebagai wujud kontribusi JAFF untuk  fokus pada perkembangan sinema melalui edukasi tentang perfilman. Di tahun ini, JAFF Education dibuka untuk umum dengan menawarkan total sembilan kelas dengan topik seputar pembuatan film, seperti, penyutradaraan, akting, sinematografi, penulisan naskah, dan produserial. Tema Movement Illuminated dipilih sebagai perwujudan kelas sinematografi bersama dengan praktisi. Bekerja sama dengan FOCUSED Equipment dan Bert Lighting Asia, One Day Workshop akan diisi oleh Robin Moran selaku Founder & Workflow Specialist FOCUSED Equipment serta Gunnar ‘Unay’ Nimpuno yang berprofesi sebagai sinematografi.

Robin Moran adalah pembuat film dengan sejumlah penghargaan. Ia menaruh perhatian pada detail-detail elemen visual, storytelling, serta peduli pada proses regenerasi pembuat film di Indonesia. Menginisiasi FOCUSED Equipment sebagai sebuah perusahaan persewaan peralatan produksi film yang turut membimbing dan memandu kebutuhan para sineas. FOCUSED Equipment telah menjalin kerja sama dengan beberapa film yang kehadirannya mendapatkan hati di masyarakat. Diantara berbagai film tersebut yang muncul baru-baru ini yakni The Science of Fictions (2019), Bebas (2019), Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019), dan Abracadabra (2019).

Kamera menjadi bagian terpenting dalam proses pembuatan film. Tahun demi tahun kecanggihan teknologi selalu baru dan berkembang. Robin sebagai specialist workflow memperkenalkan kamera terbaru sebagai dambaan semua sinematografer. “Kebutuhan kamera 4K di era saat ini sangat dibutuhkan dimana di rumah-rumah, hasil tayangan televisi sudah 4K. Ini juga menjadi kebutuhan layar lebar yang mana para sinematografi juga membutuhkan kamera tersebut. Kelebihan kamera 4K oleh Alexa Mini terbaru antara lain sensor lebih besar yang menghasilkan field of view lebih besar. Selain itu juga less of noise.“, Robin menjelaskan.

Sedangkan, Gunnar Nimpuno akrab disapa Unay memulai kariernya di dunia periklanan. Ia piawai menerapkan gaya visual dengan pendekatan realis dokumenter maupun stylist yang indah untuk berbagai genre film. Karya-karyanya antara lain Sang Pemimpi (2009), Modus Anomali (2012), Atambua 39 Derajat Celcius (2012), The Killers (2014), Kulari ke Pantai (2018), hingga The Night Comes for Us (2018). Bersama dengan Robin, Unay melakukan simulasi shooting yang turut melibatkan peserta. Perlengkapan lighting yang lengkap serta keberadaan Alexa Mini menjadikan hasil bidikan terhadap penari sebagai objek semakin memukau.

JAFF Education One Day Workshop: Movement Illuminated merupakan kelas berbayar yang hanya menyediakan kuota terbatas bagi para pesertanya. Dengan metode ini, diharapkan materi mengenai topik yang diusung dapat lebih mudah diserap dan kelas menjadi lebih intim karena tidak berjarak. Total sebanyak 23 peserta yang tersebar dari berbagai kota di Jawa maupun luar pulau Jawa mengikuti kelas lokakarya ini. “Overall workshop nya sangat menarik dan mengedukasi, harapannya JAFF dapat terus mengedukasi masyarakat yang tidak tau tentang film dan masyarakat film itu sendiri.”, sambut Rian Fatulah salah satu mahasiswa asal Jogja. Melalui kelas lokakarya ini dapat mencetuskan para sineas yang berkompeten dalam membawa arah sinema Indonesia lebih berkualitas