Yogyakarta, 21 November 2019 – Perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke 14 ‘Revival’ menjadi tahun kedua diselenggarakannya JAFF Education. Program lokakarya pembuatan film sebagai wujud kontribusi JAFF kepada perkembangan film independen Indonesia. Di tahun ini, JAFF Education dibuka untuk umum dengan menawarkan total sembilan kelas dengan topik seputar pembuatan film, seperti, penyutradaraan, akting, sinematografi, penulisan naskah, dan produserial.

Scriptwriting Class dengan tajuk “Tell Your Story for The Industry” menjadi salah satu program workshop JAFF Education yang dipandu oleh Salman Aristo. Salman Aristo merupakan penulis skenario film Indonesia yang telah menelurkan karya-karya seperti Sang Penari (2011), Garuda di Dadaku 2 (2011), hingga Bumi Manusia (2019).

Dimulai pukul 16:00 WIB di LPP Yogyakarta pada hari Kamis, kelas ini dibuka oleh Salman yang mengajak peserta untuk memahami soal definisi cerita sebagai tuturan tentang gerak. Pria berkacamata ini melanjutkan dengan membahas cara membuat premis hingga pentingnya melakukan riset sebelum menulis cerita. “Premis itu ibaratnya pondasi cerita. Kita harus menentukan kondisi, tujuan, cara untuk mendapatkan tujuan, dan halangan apa yang akan karakter kita hadapi dalam cerita,” tegasnya.

Menurut Salman, premis yang nantinya dikembangkan menjadi skenario akan menjadi panduan untuk semua elemen di proses produksi film, mulai dari director, aktor, hingga penata artistik. “Sebelumnya, skenario ini disepakati baik oleh sutradara, penulis, dan produser untuk mencapai visi yang sama,” tuturnya menambakan.

JAFF memberikan pengalaman belajar yang menarik dalam program JAFF Education ini kepada 52 peserta yang berasal dari kebanyakan mahasiswa seperti Jogja Film Academy, UGM, Amikom, ISI Yogyakarta, ISBI Bandung, dan dari komunitas seperti People Film, Teropong Community, dan Klub Baca. Adanya program ini juga sebagai bentuk keberlanjutan dari fokus JAFF tentang bagaimana mengelola bakat-bakat yang ada hingga melahirkan sineas muda berbakat.