Pembuatan film tak sesederhana duduk manis di kursi empuk dan menghadap layar berukuran 22 M x 16 M saja. Proses-proses rumit nan panjang menyertai perjalanan sebuah film hingga dapat dinikmati para penontonnya. Proses pembuatan film tersebut juga melibatkan puluhan, ratusan, hingga mungkin ribuan kepala dalam realisasinya. Back Up! (2019) menceritakan gerilya salah satu divisi pembuatan film dalam proses paska-produksi, editing atau penyuntingan. Editor adalah orang yang berperan menjahit shot demi shot agar menjadi sebuah rangkaian yang memiliki alur, plot, dan gagasan cerita yang utuh. Seiring perkembangan teknologi, metode penyuntingan semakin berubah, dan setiap perubahan membawa permasalahannya masing-masing. Dari analog ke digital, dari menggunting secara literal hingga dengan menekan tetikus dengan satu tangan; semuanya dapat dinikmati di Back Up! (2019). 

Back Up! (2019) merupakan film doku-drama yang menyuguhkan rutinitas dan alur kerja editor pada era seluloid, tape to tape, hingga era digital. Setiap segmen dalam era editing tersebut dibawakan oleh para editor kawakan Indonesia yang diwakili oleh Sentot Sahid (Petualangan Sherina, dll), Lilik Subagyo (Surga yang Tak dirindukan, dll), Cesa David Luckmansyah (Get Married, dll), dan Aline Jusria (Punk in Love, dll). Para editor menceritakan pengalaman mereka dan bagaimana penyelesaian dari masalah-masalah yang mereka hadapi. Mulai dari kedongkolan pada asisten editor hingga berusaha melipir saat diomeli sutradara. Segala permasalahan tersebut diceritakan dengan kocak dan menggelitik, tanpa menanggalkan pesan utama yang diusung.

Tak hanya fokus dengan peran editor, Back Up! (2019) juga menyajikan peran-peran lain yang mengiringi kerja editor. Salah satunya adalah peran Digital Imaging Technician (DIT). DIT bertugas untuk memindahkan dan mengkategorisasikan footage hasil syuting untuk nantinya dapat disunting oleh para editor. Dengan kata lain, DIT adalah jembatan antara lokasi syuting dan meja editing. Selain DIT, Back Up! (2019) juga menampilkan kerja asisten editor yang menyiapkan segala keperluan editor dalam mengarungi proses penuh risiko yang mereka lalui. Penyajian reka adegan atas para peran yang ditampilkan di film ini cukup memberikan gambaran bagi para sineas muda dan penonton awam tentang kerja editor yang jarang disingkap oleh media. 

Beberapa sosok penting di dunia perfilman Indonesia turut hadir dalam film gubahan Wawan I. Wibowo (yang dirinya sendiri merupakan seorang editor — Pintu Terlarang, dll). Terlihat di antaranya Garin Nugroho (Sutradara), Riri Riza (Sutradara), Chand Parwez (Produser), Karsono Hadi (Senior Editor), Hanung Bramantyo (Sutradara), Andhy Pulung (Editor), M. Ainun Ridho (Sutradara/Produser), dan Arturo GP (Senior Editor) turut mengambil peran dalam film berdurasi dua puluh menit ini. Para sineas tersebut menjelaskan betapa riskannya peran editor dan proses editing dalam pembuatan film. Segala suka, duka, dan dilema dalam gerilya kerja editor dalam Back Up! (2019) bermuara pada sebuah frasa yang penting; yang wajib dijadikan pegangan; yang tak boleh ditanggalkan: back up. 

Back Up! (2019), sebuah manifestasi dari curahan hati, arsip fisik jerih payah di balik layar, dan tolok ukur geliat dunia perfilman Indonesia, akan ditayangkan dalam perhelatan 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival ‘Revival’. Back Up! (2019) masuk dalam program Layar Komunitas yang akan ditayangkan pada tanggal 20 November 2019 pukul 19:00 WIB di LPP Yogyakarta. (2019) 

 

Ditulis oleh vanis, Titus Kurdho | Disunting oleh vanis